Event #Yogrt Pestain Sekampung

share_image_yps

“Kegiatan halal bihalal yang didukung Yogrt ini berlangsung meriah. Warga yang hadir mencapai 4.000an pasang mata.” (solopos.com)

“Pahlawan Kampung Pringombo, begitu sebutan warga desa buat pemuda yang masih belum berkeluarga itu. Sukiyana berhasil membuat pesta halal bihalal di kampungnya secara gratis.” (suara.com)

“Omesh yang mengaku menjadi salah satu pembaca cerita Sukiyana di Aplikasi Yogrt mengaku sempat terharu dan mengingat kampung halamannya. ‘Luar biasa, antusias masyarakat di sini. Tidak percuma perjalanan 2,5 jam dari Yogyakarta ke sini,’ ucapnya.” (lifestyle.kompas.com)

Yogrt Pesta’in Sekampung, kompetisi cerita dengan hadiah pesta halal bihalal untuk satu kampung ini ditutup dengan meriah pada hari Minggu, 23 Juli 2017. Lebih dari 4.000 warga mengikuti acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 pagi hingga tengah hari dan ditutup dengan makan siang bersama. Halal bihalal di desa Pringombo, Gunung Kidul tersebut menjadi akhir yang memuaskan dari event yang telah berjalan selama lebih dari satu bulan ini.

Semua dimulai saat Yogrt App meluncurkan kompetisi Yogrt Pesta’in Sekampung pada tanggal 29 Mei 2017. Yogrt App meminta pengguna untuk menceritakan kisah pribadi mereka yang dialami di kampung halaman. Tema ini diharapkan akan memunculkan kembali rasa rindu dengan kampung halaman mengingat bulan Ramadhan telah datang dan musim mudik akan segera dimulai.

yobby_post_25june-post

Lebih dari 2.000 cerita dikirimkan oleh pengguna Yogrt App dari pulau Jawa, Sumatera, Bali, Sulawesi hingga Kalimantan. Babak Kirim Cerita ditutup dengan terpilihnya lima finalis dari berbagai daerah. Untuk menemukan cerita yang paling menyentuh, pemilihan pemenang diserahkan kepada pengguna Yogrt App. Babak Beri Dukungan pun dimulai dengan undangan bagi pengguna Yogrt App untuk melakukan vote.

Satu buah cerita dari Gunung Kidul menarik perhatian banyak pengguna Yogrt App. Cerita tersebut dibuat oleh Sukiyana yang kelak muncul sebagai pemenang. Cerita Sukiyana menarik perhatian karena sepak terjangnya sangat selaras dengan tema Yogrt Pesta’in Sekampung. Sukiyana adalah pendiri paguyuban perantau dari desanya. Setiap tahunnya, para perantau dari desa Pringombo menyisihkan pemasukan yang mereka dapatkan untuk disumbangkan ke kampung halaman mereka ini.

yobby_post_25june-suki

Sukiyana mengatakan bahwa jika ia memenangkan Yogrt Pesta’in Sekampung, mimpi Sukiyana dan para perantau untuk membuat pesta halal bihalal di desa Pringombo akan terwujud. Di hari raya Idul Fitri 1438 H, Sukiyana diumumkan sebagai pemenang dengan selisih jumlah vote lebih dari 500 suara dari pemenang kedua. Finalis kedua sampai lima tetap mendapatkan hadiah, yaitu satu unit smartphone Infinix.

Event Yogrt Pesta’in Sekampung pun memasuki tahap persiapan. Yogrt mengorganisir pesta halal bihalal yang dapat diikuti sampai maksimal 5.000 warga. Bagai gayung bersambut, warga desa Pringombo bergerak untuk mendukung acara ini. Dimulai dari pernyataan Kepala Desa Pringombo, bapak Suratin untuk mengerahkan pemuda desanya, Karang Taruna desa Pringombo melakukan koordinasi Jakarta-Gunung Kidul dengan pihak Yogrt. Sementara itu Sukiyana menghubungi para perantau untuk menyempatkan diri pulang kampung pada hari-H.

yobby_post_25june-pring

Satu hari sebelum acara, sebuah panggung telah didirikan di lapangan desa Pringombo. Pihak media, Caping App dan instagram-celeb yang telah mendukung acara ini pun mendarat di Yogyakarta untuk ikut memeriahkan pesta halal bihalal.

Puncak acara pun berjalan dengan gempita dengan warga dari 10 dukuh menyempatkan diri untuk hadir. Para perantau terlihat mencolok dengan seragam kaus berwarna biru. Belasan anak-anak berkacamata hitam yang telah berlatih sebelumnya mencuri perhatian dengan mempertunjukkan tarian di depan panggung. Suasana menjadi lebih syahdu saat pemuda Karang Taruna memberikan amplop-amplop berisi sumbangan kepada anak yatim dan anak-anak kurang mampu dari desa Pringombo.

Pengunjung menjadi heboh saat Ananda Omesh, yang pada masa kompetisi sudah beberapa kali menyatakan dukungannya akan acara ini, naik ke panggung acara untuk menyerahkan satu unit sepeda motor yang juga dimenangkan oleh Sukiyana. Setelah menyumbangkan satu lagu, Omesh mengajak Sukiyana dan keluarganya, warga, serta beberapa selebriti instagram untuk berfoto bersama.

Keseruan ini pun tertangkap di akun instagram dari beberapa selebriti tersebut. Gaga Muhammad, misalnya, menulis, “Guys, seru bgt gue bs dtg di event @yogrt_id #Pestainsekampung.” Novelis Dwitasari menulis, “Terima kasih Desa Pringombo untuk keseruannya di #PestainSekampung.” Jeje Soekarno mengatakan, “Seru banget bisa dateng ke kampung halamannya pemenang Yogrt #Pestainsekampung dan gue banyak ketemu temen-temen baru juga disini.

Dikutip pada saat makan siang bersama, Sukiyana mengekspresikan kebahagiaannya, “Ini seperti mimpi, akhirnya mimpi pesta di kampung kesampaian. Terima kasih kepada Yogrt yang memberikan apresiasi atas cerita saya dan saya difasilitasi untuk mengadakan pesta di kampung yang menghadirkan 4 ribu orang ini.”

Diharapkan untuk kedepannya, Yogrt app akan terus mengadakan acara-acara serupa, yaitu acara yang turut mendukung & melestarikan tradisi lokal, selayaknya acara Yogrt Pesta’in Sekampung ini yang memang bertujuan untuk mendukung tradisi lokal Halal Bihalal yang sudah mendarah daging di kalangan masyarakat Indonesia.

Sumber:

Kurniawan, David. (2017). Ribuan warga hadiri Yogrt Pesta’in Sekampung di desa Pringombo. SoloPos.com. Diambil 18 September 2017: http://www.solopos.com/2017/07/24/ribuan-warga-hadiri-yogrt-pestain-sekampung-di-desa-pringombo-836485

Yuwono, Markus. (2017). Meriahnya pesta sekampung ala Yogrt. Kompas.com. Diambil 18 September 2017: http://lifestyle.kompas.com/read/2017/07/27/080000820/meriahnya-pesta-sekampung-ala-yogrt-

Tresnady, Tomi. (2017). Cerita sedih Sukiyana malah bisa pestain satu kampung. Suara.com. Diambil 18 September 2017: http://www.suara.com/lifestyle/2017/07/25/145239/cerita-sedih-sukiyana-malah-bisa-pestain-satu-kampung?viewbrowse=gomobile#!