Ini Dia Temuan Yogrt Tentang Perilaku Generasi Milenial Akar Rumput Indonesia

Hi Yogrteers, tahu gak ada temuan terbaru dari studi Yogrt yang lagi anget-angetnya dibicarain rekan-rekan media saat ini? Studi apa, sih, emangnya?

Baru-baru ini, lewat studinya, Yogrt menemukan kalau ternyata kalangan milenial akar rumput Indonesia punya minat politik yang rendah dan termasuk kalangan yang gak suka ambil risiko. Kira-kira kenapa begitu, ya?

Sebelum tim Yogrt ceritain kenapa, boleh dong kami ceritain dulu suasana acara media briefing siang itu 🙂 Acara yang diadakan di The Hook, Senopati 3 Nov lalu ini dibuka setelah makan siang bersama oleh Damayantri Arif (Head of Marketing Yogrt). Fitur-fitur, komunitas-komunitas Yogrt yang kece-kece, sampai kegiatan-kegiatan seru Yogrt pun dikupas tuntas di sesi ini.

Head of Marketing Yogrt - Damayantri Arif
Head of Marketing Yogrt – Damayantri Arif

Setelah itu, temuan studi Yogrt ini dijelaskan oleh Mas Roby Muhamad Ph.D. Selain sebagai co-founder dari Yogrt, beliau juga sosiolog jejaring sosial dan Dosen Fakultas Psikologi dari Universitas Indonesia. (Gokil ya xD)

Roby Muhamad Ph.D.
Roby Muhamad Ph.D.

 Nah menurut temuan Yogrt, kalangan milenial akar rumput ini adalah kalangan berusia 17-36 tahun dengan pendapatan rumah tangga di bawah Rp 5 juta.  Dari hasil studi, ternyata hanya sedikit milenial akar rumput Indonesia yang tertarik pada isu politik dengan persentase di angka 9%. Sedangkan dari karakteristik, kalangan ini terbuka dengan ide/ pemikiran baru asal risikonya rendah.

Studi yang ngelibatin sekitar 5,000 pengguna Yogrt sebagai responden ini juga nunjukkin hasil yang menarik. Ternyata kebersamaan/ kekeluargan itu jadi nilai utama yang dipegang, bukan pencapaian diri. Jadi minat-minat yang mereka senangi seperti musik, film, cinta, dan agama didasari semangat pengen bareng-bareng atau bersosialisasi.

Minat terhadap politik dan literatur yang rendah bisa jadi didasari oleh karakter mereka yang punya nilai stimulasi rendah (rendah tantangan/ risiko). Lagipula, biasanya topik-topik tersebut jarang jadi topik-topik yang dibahas bersama-sama dalam konteks bersosialisasi.

Temuan Yogrt juga nunjukkin kalau milenial akar rumput Indonesia dominan sekali memakai internet sebagai sarana berinteraksi (aktif di medsos dan chatting). Sedangkan, kegiatan online shopping & mobile banking masih rendah.

Selain bikin tim Yogrt makin kenal lagi sama penggunanya, temuan ini juga bikin posisi Yogrt makin kokoh sebagai media sosial. Soalnya Yogrt dibuat dan dikembangkan khusus di Indonesia berdasarkan karakteristik para penggunanya. Kemudahan untuk nyari teman baru, bergabung di komunitas dengan konsep kesetaraan, atau berinteraksi di Live Content sejalan sama nilai-nilai milenial akar rumput Indonesia tadi.

Ke depannya, tim Yogrt bakal terus ngegodok fitur-fitur yang sesuai dengan kebutuhan & karakteristik penggunanya. Ssst..bocoran sedikit, tungguin juga layanan e-commerce dan e-payment yang bakal segera dirilis Yogrt yaaa!

foto_171103_0016

Penjelasan temuan studi Yogrt ini pun ditutup dengan sesi tanya jawab, pemotongan tumpeng, dan juga pembagian voucher belanja untuk 3 kawan media yang postingannya paling seru di aplikasi Yogrt. Congratz ya 🙂

foto_171103_0003

foto_171103_0017 foto_171103_0006

Pastinya Yogrt berterima kasih banget buat kawan-kawan media yang hadir di acara ini, para pengguna Yogrt yang berpartisipasi di studi ini, dan buat kamu-kamu yang sudah mampir ke blog ini 🙂

Tunggu ya temuan-temuan menarik lainnya dari Yogrt ke depannya 😉